JAKARTA, MikulNews — Di tengah aksi demonstrasi yang meluas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pernyataan yang menyoroti ketahanan fundamental ekonomi Indonesia.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pasar dan pelaku usaha mengenai arah perekonomian nasional akibat gelombang protes yang terjadi. Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap solid berkat sejumlah indikator positif, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang mencapai 5,12% secara tahunan. Hal ini sesuai dengan target pemerintah untuk pertumbuhan tahunan antara 5,0 hingga 5,2%.
Menurut Airlangga, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur telah kembali ke zona ekspansi, tercatat di angka 51,5 persen, naik dari 49,2 persen pada bulan Juli. Selain itu, inflasi juga dilaporkan tetap terkendali pada angka 2,37 persen, dengan neraca perdagangan yang secara konsisten mencatatkan surplus. Nilai tukar rupiah pun relatif stabil, berada di kisaran Rp16.490 per dolar Amerika Serikat. “Secara fundamental Indonesia mempunyai ketahanan yang solid,” ujar Airlangga dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 1 September 2025.
Meskipun demikian, Airlangga mengakui adanya pengaruh sentimen negatif terhadap pasar modal akibat demonstrasi tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada 25 Agustus di level 7.926, namun kemudian mengalami koreksi sebesar 1,53 persen, turun ke level 7.830 pada saat demonstrasi besar berlangsung. Pemerintah optimis bahwa dampak dari gejolak sosial politik ini bersifat jangka pendek dan tidak akan mengganggu arah pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Baca juga: Kenaikan Harga Beras 2025 Sentuh Rp60 Ribu per Kilogram
Lebih lanjut, pemerintah meyakini bahwa konsumsi domestik tetap menunjukkan kekuatan, yang didukung oleh peningkatan belanja ritel baik secara daring maupun luring. Adanya stimulus pemerintah berupa program diskon 17 persen pada berbagai ritel selama bulan Agustus juga berkontribusi pada penguatan konsumsi. Selain itu, impor barang modal menunjukkan pertumbuhan sebesar 32,5 persen pada kuartal kedua, sejalan dengan pertumbuhan industri yang mencapai 5,08 persen secara tahunan. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kelancaran berbagai program dukungan ekonomi, mulai dari stimulus fiskal, belanja negara, hingga program-program prioritas, agar tidak terganggu oleh situasi sosial yang ada.
Namun, ekonom dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manillet, memberikan pandangannya bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk merespons tuntutan publik dan memulihkan kepercayaan pasar. Gelombang aksi demonstrasi yang telah berlangsung hampir sepekan ini mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian, termasuk tekanan pada pasar keuangan dan aktivitas sektor riil. “Tanpa langkah ini, ketidakpastian politik dan ekonomi akan semakin tinggi. Plus tindak lanjut di aspek ekonomi misalnya, respon untuk meringankan hidup masyarakat ada tahapan kebijakan yg dilakukan oleh pemerintah. Dalam jangka pendek hingga menengah,” terang Yusuf kepada Bisnis pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto telah jelas meminta masyarakat untuk tetap tenang, dengan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan (year on year/yoy) melampaui capaian kuartal I-2025 yang tercatat di level 4,87%. Pemerintah berharap agar pelaksanaan demonstrasi tetap berjalan secara damai dan tidak berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas perekonomian nasional.
Airlangga menekankan kembali bahwa meskipun terjadi gejolak demonstrasi, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan fundamental yang kuat, dan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan merespons aspirasi masyarakat melalui jalur yang konstruktif tetap menjadi prioritas utama.














